Sedikit berbagi pengalaman naik Garuda 874 tanggal 11 November 2018. Dari Jakarta (CGK) ke Tokyo Haneda (HND) dengan pesawat Boeing 777-300. Penerbangan di hari itu tanpa drama. Karena maskapai kebanggaan nasional itu secara service masih sangat bagus dan bersaing.
Pendahuluan
Belakangan ini penerbangan 874 bersama maskapai kebanggaan negeri, Garuda Indonesia, mengalami pembatalan karena alasan teknis. Hal itu langsung membuat gaduh media sosial. Khususnya Threads, banyak yang share tentang pembatalan sepihak tersebut.
Penerbangan itu adalah satu-satunya yang dilayani oleh Garuda Indonesia untuk tujuan Bandara Haneda. Terbangnya pun di malam hari alias red eye flight. Nah begitu ada kejadian langsung heboh di jagad maya.
Pasalnya pembatalan itu nggak ada pemberitahuan sehari sebelumnya. Malah posisi calon penumpang udah di gate dan siap boarding. Pastinya juga udah melewati imigrasi. Nggak heran kalo banyak penumpang yang marah dan kecewa. Merasa kok Garuda sekarang gini banget.
Sejatinya, Penerbangan 874 itu udah ada sejak sebelum pandemi Covid-19. Boleh dibilang udah sangat melekat kalo itu adalah satu-satunya yang dilayani Garuda di rute Jakarta Tokyo. Kebetulan udah pernah ngerasain terbang di situ pada tahun 2018. Alhamdulillah nggak ada drama sama sekali.
Garuda Dalam Kondisi Nggak Sehat
Sebelum lanjut sharing pengalaman naik Garuda 874, lebih dulu kita mesti mengetahui kondisi maskapai kebanggaan negeri kita saat ini. Jelas banget Pandemi Covid-19 selama dua tahun (2020-2022) itu sangat memukul. Bukan cuma merugi, tapi borok Garuda seperti kebuka satu per satu.
Disitulah ketauan bahwa ternyata Garuda punya hutang jumbo ke berbagai Lessor atau vendor penyewaan pesawat. Lebih buruk lagi, itu muncul gegara kesalahan sendiri yakni melakukan mark up, sehingga harga sewa terlihat lebih mahal bahkan dari maskapai asing.
Dari hutang itu kemudian jadi kerugian yang juga besar. Bahkan gegara itu, ketika Pandemi Covid-19, Garuda terancam bangkrut dan ditutup. Namun karena negosiasi dengan Lessor, maskapai kebanggaan nasional inipun terselamatkan. Paling nggak untuk sementara waktu.
Pasca Pandemi Covid-19, Garuda dihadapkan pada masalah penyusutan jumlah armada. Sebagian besar bahkan nggak bisa terbang karena belum melakukan maintenance. Keliatan jelas banget maskapai ini lagi nggak sehat.
Dampaknya kejadian tanggal 4 Desember 2025 itu kemarin. Ketika Flight 874 tiba-tiba cancel padahal calon penumpang udah siap boarding. Mereka akhirnya tetap bisa terbang dengan pesawat pengganti pada siang harinya.
Naik Garuda 874 (2018), Masih Sehat dan Kompetitif
Minggu, 11 November 2018, siap untuk terbang dengan maskapai kebanggaan negeri yakni Garuda Indonesia. Dari Bandara Sukarno Hatta Jakarta di Tangerang Banten (CGK) ke Tokyo Haneda Airport (HND). Perjalanan yang udah di planning beberapa bulan sebelumnya.
Waktu itu Garuda Indonesia masih dalam kondisi sehat dan seperti baru aja dapat penghargaan Internasional. Kualitas layanan pun masih kompetitif. Nggak heran masih jadi pilihan utama untuk terbang ke luar negeri.
Naik Garuda 874 (2018) : Dari Terminal 3 Bandara Sukarno Hatta
Terminal 3 Bandara Sukarno Hatta jadi titik awal perjalanan menuju negeri Sakura yang memakan waktu kurang lebih 5 jam. Kondisi Terminal 3 di tahun 2018 juga belum seramai sekarang. Secara juga belum lama dioperasikan.
Momen 2018 itu sendiri nggak lama setelah penyelenggaraan Asian Games di Jakarta dan Palembang. Sisa-sisanya masih ada, ditambah proses finishing yang masih berlangsung di sini.
Namun ada satu kesamaan dengan sekarang. Sama-sama jalan cukup jauh ke Gate-nya.
Naik Garuda 874 (2018) : Red Eye Flight
Kalo liat jadwal, Garuda 874 itu berangkat dari Bandara Sukarno Hatta jam 23:45 WIB dan nyampe di Haneda jam 08:50 waktu setempat. Di sini jelas bahwa penerbangan ini masuk dalam katagori Red Eye Flight. Berangkat malam dan tiba di tujuan udah terang.
Perjalanan ke Tokyo Normal dan Tanpa Drama
Singkat cerita penumpang Garuda 874 dipersilakan untuk siap-siap boarding ke pesawat. Antrian nampak teratur. Pada penerbangan kali ini, jenis pesawat yang dipakai adalah Boeing 777-300 ER. Masih tergolong baru waktu itu. Mungkin kalo sekarang udah tergolong jadul.
Akhirnya masuklah ke kabin. Duduk sesuai dengan nomor kursi. Suasana kabin secara umum sangat kondusif. Seperti biasa, naik Garuda mesti disuguhi alunan musik instrumental karya Addie MS. Setelah semua penumpang naik, pesawat kemudian melakukan push back lalu taxi menuju runway.
Hingga kemudian take off. Meski udah lewat tengah malam, kru tetap membagikan snack. Lampu pesawat juga udah dibikin redup (night mode). Supaya penumpang bisa istirahat.

Ya, tanpa sadar udah terlelap aja. Meski juga sempat menonton film yang ada di In-Flight Entertainment. Waktu itu semua masih berfungsi normal. Sampe di sini perjalanan ke Tokyo berlangsung normal dan nggak ada drama.

Kebangun dan Udah Terang
Bangun dari tidur, tersadar bahwa nonton film-nya nggak kelar karena udah keburu ngantuk. Tengok sejenak langit udah mulai terang. Perkiraan sih posisi pesawat udah di luar wilayah Indonesia. Langkah pertama tentu saja sholat shubuh. Waktu itu pake Tayamum.

Naik Garuda 874 (2018) : Mulai Dibagi Sarapan
Beberapa saat kemudian, Pramugari mulai membagikan sarapan pagi. Pilihannya ada omelete atau bubur ayam. Kebetulan pilih omelete, dimana isinya juga ada beberapa potong sayuran dan kentang. Soal rasa sih okelah.
Nggak Terasa Udah Mau Nyampe Aja
Nggak lama setelah kelar sarapan, Pilot mengumumkan akan mengurangi ketinggian. Itu artinya posisi sekarang udah mendekati wilayah Jepang. Wah nggak terasa ya udah mau nyampe aja.
Tiba di Bandara Haneda (Sayang Duduk di Kanan)
Akhirnya setelah menempuh kurang lebih 5 jam, Garuda 874 mendarat dengan mulus di Bandara Haneda. Kemudian taxi lagi menuju gate. Sampai disini semua aman dan lancar tanpa drama apapun. Cuma sayang kebagian duduk di kanan jadi nggak bisa lihat pemandangan Gunung Fuji.

Kondisi Sekarang Udah Beda (Kangen Garuda yang Dulu)
Secara umum, perjalanan naik Garuda 874 di tanggal 11 November 2018 berlangsung aman, lancar, dan bebas dari drama. Itu jauh sebelum Pandemi Covid-19. Kondisi Garuda sendiri secara umum masih sangat bagus dan nggak kalah kualitas service-nya dari maskapai asing.
Namun pasca Pandemi Covid-19 tentu situasinya udah nggak lagi sama. Selain karena armada yang berkurang drastis, banyak juga yang masih grounded lantaran belum dilakukan maintenance.
Untuk Garuda 874, kabar terakhir nggak punya armada cadangan. Jadi kalo armada utama harus maintenance ya kelar dah. Terpaksa cancel atau dialihkan ke rute Denpasar Narita. Tapi kejadian tanggal 4 Desember 2025 itu memang parah sih.
Kalo udah diinfo paling nggak sehari sebelumnya kan bisa mengkondisikan. Misalnya cari alternatif lain walaupun harus nambah lagi. Lha ini dadakan banget. Walaupun pada akhirnya tetap terbang siang harinya. Pake armada Airbus A330 yang biasanya dipake rute Denpasar Melbourne PP.
Dengan situasi yang udah nggak lagi sama, jangan heran banyak yang kangen sama Garuda yang dulu. Semoga aja ada perbaikan.


Leave a Reply