Armada Garuda 874 ternyata tanpa cadangan. Diketahui hanya ada dua pesawat masing-masing satu Boeing 777-300 ER dan Airbus 330-300. Padahal penerbangan ini jadi andalan untuk terbang malam Jakarta ke Tokyo. Nggak heran sekalinya pada maintenance kejadian seperti 4 Desember kemarin.
Pendahuluan
Penerbangan Garuda 874 sejatinya udah eksis sejak lama. Bahkan sebelum Pandemi Covid-19. Jadwalnya lumayan bersahabat. Terutama buat yang pengen ngirit akomodasi di Jepang dengan memilih penerbangan malam. Tapi apa yang terjadi tanggal 4 Desember 2025 kemarin itu beneran malu-maluin!
Pasalnya cancel flight nya tiba-tiba. Nggak ada notifikasi sehari sebelumnya. Penumpang udah siap untuk boarding. Posisi lagi tunggu di Gate. Eh nggak taunya cancel sepihak. Makanya banyak yang marah dan kecewa berat.
Ditambah lagi Garuda 874 ternyata ada kerjasama code share dengan Japan Airlines. Jadi penumpang Japan Airlines yang memilih penerbangan malam akan naik flight 874 ini. Duh, kebayang deh kaya gimana kecewanya mereka. Terlebih bila mereka itu orang Jepang atau Asing lainnya.
Pembatalan Garuda 874 Tanpa Kejelasan
Bukan hanya mendadak ketika calon penumpang udah ada di Gate dan siap boarding, pembatalan Garuda 874 ini juga tanpa kejelasan. Bahkan kabarnya nggak ada kompensasi apapun dari pihak airline.
Inilah yang akhirnya membuat banyak calon penumpang yang kecewa dengan cara pelayanan airline kebanggaan negeri. Meski pada akhirnya sebagian besar calon penumpang tetap terbang dengan pesawat pengganti setelah sekian jam menunggu. Sebelumnya mereka juga diinapkan di hotel dekat bandara.
Armada Garuda 874 Cuma Sepasang!
Belakangan diketahui bahwa ternyata Armada Garuda 874 rute Jakarta Tokyo itu cuma sepasang. Dengan kata lain hanya ada dua pesawat. Masing-masing satu Boeing 777-300ER dan satu Airbus 330-300.
Jelas banget ini nggak masuk akal. Padahal kereta aja punya cadangan dan rangkaian yang stand by. Ambil contoh misalnya KA Argo Wilis yang rolling sama Turangga itu punya tiga rangkaian. Ditambah lagi cadangan di Dipo Bandung dan ada yang stand by di Surabaya juga.
Sama juga sekelas kereta wisata Ambarawa. Untuk yang Heritage pake lokomotif diesel sekarang ada dua unit lokomotif diesel yang bisa dipake bergantian. Sedangkan KA Baru Klinting yang pake lokomotif uap B2503 hanya dijalankan sebulan sekali karena nggak ada backup.
Balik lagi ke Armada Garuda 874, ini malah terbang setiap hari. Jelas banget nggak cukup kalo cuma ada sepasang. Setidaknya harus ada dua pasang. Dua siap terbang dan dua lagi stand by di hangar!

Armada Garuda 874 Tanpa Cadangan? Sebenarnya Ada Solusi
Problem Armada Garuda 874 yang cuma sepasang dan tanpa cadangan bukannya nggak ada solusi. Kejadian tanggal 4 Desember 2025 kemarin itu nggak seharusnya terjadi. Selama pihak Garuda Indonesia nya juga pro aktif dalam ngasih solusi ke calon penumpang yang udah terlanjur ada di Gate.
Armada Garuda 874 Tanpa Cadangan? Koordinasikan ke Mitra Aliansi!
Garuda Indonesia sendiri sebenarnya udah masuk aliansi Sky Team. Nah, kalo tau gitu apa nggak seharusnya melakukan koordinasi dengan mitra aliansi Sky Team? Gimana caranya agar penumpang Garuda 874 tetap bisa terbang ke Tokyo saat itu juga?
Kalo tau armada harus maintenance sehingga nggak ada lagi cadangan, kan bisa dinotifikasi ke calon penumpang sehari sebelumnya. Udah itu koordinasi ke Sky Team minta agar mereka tetap bisa terbang ke Tokyo.
Walaupun berangkatnya lebih awal karena dari Sky Team lainnya itu harus transit. Misalnya dioper ke Xiamen Airlines atau Korean Air sesama Sky Team.
Koordinasi Dengan Mitra Code Share (Japan Airlines)
Selain ke Sky Team, pihak Garuda harusnya bisa koordinasi dengan mitra code share yakni Japan Airlines. Penerbangan Garuda 874 ini adalah code share dengan Japan Airlines, tapi pakenya Garuda Indonesia.
Cek apakah ada dari Japan Airlines yang stand by. Kalo ada apakah bisa dipake untuk menggantikan armada Garuda 874 yang nggak bisa terbang. Di sini juga pasti ada keterlambatan. Namun yang penting bagi penumpang adalah kejelasan dan mereka nggak sampe terlantar.
Restrukturisasi Rute Internasional
Sebenarnya ini udah pernah jadi wacana ketika Garuda diketahui punya utang dan kerugian jumbo sekitar tahun 2020-2021. Dimana waktu itu juga pas lagi Pandemi Covid-19. Kementerian BUMN minta agar Rute Penerbangan Garuda Domestik di push. Sedangkan untuk internasionalnya cukup code share aja.
Model gini mirip sama maskapai Amerika yang mana mereka juga fokusnya domestik. Garuda sendiri punya beberapa rute internasional dan jujur nggak semuanya profit. Malah ada yang rugi karena okupansinya minim.
Nah dengan restrukturisasi, rute-rute Internasional yang udah jelas ada market dan rame seperti penerbangan Umroh atau Flight 874 ini lebih diprioritaskan. Mau nggak mau harus ada backup. Jangan sampe nggak ada! Supaya drama kemarin itu nggak kejadian lagi di masa depan.
Restrukturisasi rute Internasional bisa jadi solusi ditengah kelangkaan armada Garuda Indonesia saat ini. Nggak semua pesawat bisa terbang karena belum maintenance.
Perusahaan mesti menetapkan skala prioritas. Biar gimana juga armada Garuda 874 ini harus ada backup. Karena okupansi terbilang cukup tinggi.

Nggak Sedikit yang Udah Trust Issue sama Garuda
Drama tanggal 4 Desember 2025 lalu kalo mau jujur memang memalukan. Terlebih ini juga codeshare-nya Japan Airlines. Melihat komentar di media sosial, nggak sedikit yang udah mulai Trust Issue sama Garuda gegara kejadian ini!
Nah, Trust Issue ini bisa dibilang bencana lho. Karena namanya bisnis itu pondasi dasarnya adalah trust atau kepercayaan. Kalo udah sampe tahap Trust Issue itu susah dan butuh waktu lama untuk mengembalikannya.
Sebagai National Flag Carrier kebanggaan, harusnya Trust Issue ini bisa dihindari. Tapi kalo udah kejadian, lebih-lebih orang Indonesia sendiri yang mengalaminya, jelas reputasi Garuda jadi taruhan. Sebab, orang Indonesia inilah target market utama Garuda.
Kalo sama orang Indonesia sendiri udah nggak dipercaya, gimana mau dipercaya sama orang asing? Kita sih berharap Garuda bisa balik lagi seperti sebelum Pandemi Covid-19. Ya, seperti ketika Perjalanan Naik Garuda 874 di tanggal 11 November 2018 itu. Ketika kualitas layanannya masih sangat bagus.
Kesimpulan
Terkuak sudah apa penyebab drama tanggal 4 Desember 2025 kemarin. Ternyata Armada Garuda 874 Tanpa Cadangan. Pantesan aja kalo armada utama semuanya harus maintenance, otomatis flight jadi batal.
Cuma yang disayangkan, ini terjadi ketika penumpang udah posisi di Gate dan siap Boarding. Hal ini berbuntut panjang. Apalagi nggak ada kejelasan dan kompensasi apapun. Meski pada akhirnya tetap terbang juga setelah matahari terbit, Gegara ini, nggak sedikit juga yang mulai trust issue sama Garuda.


Leave a Reply